1
Assalamualaikum...
S Selamat datang di blog saya. Ini adalah blig saya yang kedua, sebelumnya saya sudah punya akun blog di alamat dinasomaniez.blogspot.com tetapi karena sudah lama tidak update blognya saya jadi lupa paswordnya dan akhirnya buat akun lagi untuk memenuhi tugas Nice Homework (NHW#1) dari Komunitas Institut Ibu Profesional. Dan inilah jawaban saya untuk tugas pertama, mohon dimaafkan apabila terdapat banyak kesalahan ya.
1. Satu jurusan yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu agama islam.
2. Alasan terkuat saya menekuni ilmu agama islam adalah karena sesuai firman Allah dalam Al quran surat Adz-Dzaariyat Ayat 56” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu. Maka kita wajib menuntut ilmu agama dimana dalam ilmu agama islam banyak hal yang mengatur mengenai tentang tata cara beribadah (hubungan kita dengan sang khalik), hubungan kita sesama manusia, ilmu berumahtangga, mendidik anak, dll. Ibarat seperti kampus pada umumnya universitas kehidupan ini juga ada terdiri dari masa ujian dan masa kelulusannya. Ujiannya adalah kehidupan yang kita jalani sehari hari baik ujian kesenangan dan kesusahan. Ujian kesenangan menguji kita menjadi orang yang bersyukur dan ujian kesusahan menguji kita menjadi orang yang bersabar. Lalu apabila kita bisa melewati semua ujian tersebut dengan baik maka kita akan naik kelas. Keimanan dan ketaqwaan kita kepada sang khalik bertambah. Dan saat wisuda nanti kita menerima jaminan surgaNya di akhirat kelak.
Carilah kehidupan Akhirat
Al’Alllamah Ibu ‘Utsaimin
rahimahullah berkata :
“ dan merupakan suatu perkara yang
perkara yang mengagumkan adalah bahwa seseorang yang mencari kehidupan
akhirat, maka akan baik kehidupan dunianya. Namun seseorang yang mencari
kehidupan dunia, maka akan hilang dunia dan akhiratnya. “
(tafsir Surat Al Baqarah 3/23)
Setiap orang dalam universitas
kehidupan ini selalu memainkan berbagai peran. Peran yang saya mainkan sekarang
adalah ini menjadi seorang hamba Allah, istri dan seorang ibu. Agar peran yang
saya mainkan ini berhasil dengan baik maka saya harus membekali diri dengan ilmu.
1. Peran sebagai hamba Allah --> menjadi hamba yang bertaqwa dan
berbakti kepada orang tua à ilmu agama islam
2. Istri --> Istri sholehah , penyejuk hati
suami, tujuan membentuk keluarga sakinah mwadah dan warrahmah à Ilmu berumahtangga
3. Ibu --> mampu mendidik anak menjadi anak
yang sholeh/sholehahà lmu parenting islami
4. Pribadi yang
bermanfaat bagi lingkungan --> dosen yang cerdas dan rendah hati à ilmu ekonomi dan akuntansi
5. Pribadi yang menyenangkan --> passion yang ditekuni à ilmu menjahit, crafting, memasak dll
3. Strategi saya untuk menuntut ilmu dari semua bidang yang saya rencanakan adalah sebagai berikut :
1. Ilmu agama --> menghadiri pengajian, membeli buku
agama, menonton acara pengajian di tv atau di youtube, bergabung dengan
komunitas pengajian
2. Ilmu
berumahtangga --> menghadiri seminar, membeli buku kiat2 berumahtangga, dll
3. Ilmu parenting --> ikut matrikulasi Institut Ibu
Profesional, menghadiri seminar, bergabung
dalam komunitas parenting, membeli buku parenting, menonton youtube dll
4. Imu ekonomi dan
akuntansi -->ikut seminar, pelatihan dan workshop belajar pada yang lebih
senior, membeli buku dll
5. Ilmu crafting,memasak
bergabung pada komunitas crafting, membeli buku, menonton di youtube dll
4. Perubahan sikap yang saya harus perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut yaitu :
4. Perubahan sikap yang saya harus perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut yaitu :
1. Hadir on time
pada saat perkuliahan/diskusi/seminar dll
2. Ikut aktif
dalam perkuliahan/ diskusi/seminar
3. Komit untuk
menyelesaikan setiap materi yang dipelajari
4. Membiasakan
diri untuk menyebutkan sumber atau penulisnya apabila kita mengutip tulisan
Profle
singkat tentang saya :
Saya
ibu dengan satu anak berusia 4 tahun, dalam 2 tahun belakang ini telah
memantapkan diri untuk resign dari pekerjaan dgn karier yang cukup tinggi dan
penghasilan yang lumayan. Tujuan saya resign adalah ingin memfokuskan waktu
saya untuk mengurus keluarga kecil saya. Dimana sebelumnya waktu saya habis
terrsita untuk bekerja. Berangkat di subuh hari dan pulang saat sholat isya
telah selesai. Rute Cilegon-jkt pp saya jalanani hampir 2 tahun. Suami dan anak diurus oleh ibu mertua.
Perasaan berdosa dan bersalah merasuki hati saya. Keinginan resign sempat
terhalang karena adanya ikatan dinas. Alhamdullilah Allah memudahkan jalan saya
untuk resign , biaya yang harus saya bayar tidak sebesar yang saya bayangkan
karena mantan pimpinan berbaik hati memberikan kemudahan.
Saya
tidak sepenuhnya mundur dari dunia bekerja, saya tetap menjalani pekerjaan
ranah public tetapi dengan waktu yang bisa saya sesuaikan dengan urusan keluarga
terlebih dahulu. Saya memutuskan untuk menjadi dosen disalah satu kampus swasta
di Serang. Waktunya lebih fleksibel, saya dan suami bisa saling bergantian
menjaga anak saya. Saya tidak ingin masa kecil anak saya kehilangan sosok ibu
yang selalu ada disampingnya, bermain dan belajar bersamanya, memasak makanan
untuknya, mengantar pergi sekolah. Buat saya hal tersebut adalah hal yang
sangat terindah bagi seorang Ibu yang tidak akan terulang lagi. Saya tidak
ingin melepaskan moment itu begitu saja. Karier masih bisa dicari. Tetapi masa
depan seorang anak kecil ini ada di tangan saya. Saya tak ingin ketika di
akhirat nanti akan dimintai pertanggungjawaban ttg amanah anak danaternyata
saya tidak memenuhi amanah itu sebaik-baiknya. Saya tidak ingin ada penyesalan.
Fokus pada keluarga adalah jawabannya. Dan masalah rezeki saya gantungkan hanya
pada Allah swt.
Ilmu
tentang parenting saya sangat minim, karena itu yang melatarbelakangi saya
bergabung dalam Institut Ibu Profesional. Didalam karier saja kita dituntut professional
apalagi menjadi Ibu.
“Setinggi
apapun pendidikan dan kariermu tugas muliamu tetaplah menjadi seorang ibu yang
paham agama untuk anak-anakmu, dan juga istri yang sholihah untuk suamimu.
Ketika kamu mendidik anak laki-laki maka kau mendidik seorang claon pemimpin
dan ketika kau mendidik anak perempuan maka kau telah mendidik satu generasi.”
(sumber unknown)
No comments:
Post a Comment