Sunday, August 26, 2018

NHW #4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah


Tugas NHW  #4 ini terdiri dari beberapa point, kalau dilihat-lihat beberapa point pertama kita seperti diajak kembali untuk melihat  tugas NHW 1, 2 dan 3 yang sudah pernah kita tuliskan. Ok baik mari kita bahas tugas-tugasnya sebagai berikut :
  
     a.Mari kita lihat kembali Nice Homework #1, apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini , anda ingin mengubah jurusan ilmu yang anda akan kuasai?
Sesuai yang saya tuliskan di NHW #1 jurusan ilmu yang saya pilih  di Universitas Kehidupan adalah Ilmu agama islam. Dalam islam semua hal telah diatur dengan jelas. Tentang peran-peran yang kita mainkan di Univerista kehidupan yang telah ditentukan oleh Allah Swt.
1.       Peran kita  sebagai hamba Allah yang ditugaskan untuk beribadah kepadaNya,
2.       Peran kita menjadi istri yang harus taat pada suami. 
3.    Peran kita menjadi ibu, mulai dari masa mengandung, melahirkan , menyusui sampai dengan usia 2 tahun dan mendidik anak telah diatur di dalam Alquran
4.      Peran kita diranah public untuk menjadi orang yang kompeten dan amanah, dll

Untuk menjalankan peran yang diatas tersebut tentu tidak mudah, maka kita harus belajar atau memilih jurusan sesuai dengan peran yang kita mainkan. Dalam NHW#1 telah saya tuliskan  sebagai berikut :
1.     Peran sebagai Hamba Allah à Jurusan Ilmu Tauhid
2.    Peran sebagai Istri à Jurusan ilmu berumah tangga, Manajemen Keuangan RT, Belajar memasak, dll
3.     Peran sebagai Ibu à ilmu parenting islami, crafting, cooking, baking
4.    Peran di ranah public à  ilmu akuntansi dan pajak sesuai dengan jurusan saya sewaktu kuliah, dan bidang pekerjaan yang pernah saya tekuni hampir 12 tahun , Allhamdullilah saya sudah menjadi dosen sekitar 3 tahun di jurusan akuntansi dan pajak. Dengan menjadi dosen setidaknya saya bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman yang sama miliki kepada mahasiswa saya. Dan tuntutan seorang dosen harus terus mengupdate diri baik dengan membaca buku, mengadakan penelitian, melakukan pengabdian kepada masyakat dan mengikuti seminar dan pelatihan. Hal ini menjadi syarat untuk jenjang kenaikan pangkat seorang dosen apabila ingin menjadi dosen yang professional.

Alhamdullilah setelah merenung sepertinya saya tidak akan mengubah jurusan ilmu yang akan saya kuasai karena jurusan yang saya pilih insya allah akan mengantarkan  dan menjadi guidance saya dalam memainkan peran-peran yang telah ditentukan oleh Allah buat saya.
  
     b.Mari kita lihat kembali Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagi sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita

Untuk NHW#2 telah saya ceritakan di blog saya bahwa membuat indicator Profesionalisme Perempuan itu gampang-gampang susah, maksudnya kita dengan gampang menuliskan beberapa indicator sesuai peran kita tetapi untuk melaksanakan semua indicator yang kita tuliskan menuntut adanya komitmen yang tinggi dan istiqomah. Awal setelah menuliskan checklist di blog saya belum sempat menuliskan checklist tersebut di dinding. Sempet lupa apa saja isi indiaktor profesionalisme perempuan yang saya tuliskan. Tetapi beberapa hal sudah saya jalankan seperti :
1.       Peran sebagai individu : saya sudah mulai rutin sholat malam, puasa, hafalan one day one ayat, membaca al quran setiap hari, sedekah dan membaca al kahfi. Beberapa checklist yang belum sempet dikerjakan seperti membaca buku dan craft. Sedangkan checklist yang berhubungan dengan peran saya sebagai dosen jurusan akuntansi dan pajak seperti menulis penelitian masih dalam proses pengumpulan data,untuk checklist pengabdian pada masyarakat dan ikut serta dalam seminar dan pelatihan sementara ini masih belum terpenuhi.
2.       Peran sebagai Istri : alhamdullilah checklist memasak, kerapihan rumah dan membuat cemilan untuk suami sudah terpenuhi. Tetapi checklist harus wangi dan bersih saat suami  pulang masih dalam proses karena di sore hari masih berjibaku bersih bersih rumah dan mengurus anak. Dan memijat suami juga kadang dilakukan kadang tidak karena badan saya sendiri juga lelah setelah satu harian mengurus anak dan RT.
3.       Peran sebagai ibu : Checklist yang sudah terpenuhi  mengajak abang faiz setiap sholat wajib, mengajarkan mengaji, mengajarkan hafalan doa masuk kamar mandi, membacakan buku tiap malam, bermain mobil-mobilan. Checklist yang belum yaitu memasakan healty food karena abang faiz makannya pilih-pilih dan saya juga belum punya daftar menu makanan variatif untuk anak-anak mungkin setelah ini saya harus rajin gooling resep makanan untuk anak-anak.

Alhamdullilah dengan adanya daftar indicator ini membuat kita lebih focus mengisi hari hari saya dengan hal-hal yang positif, bernilai dan mendekatkan saya dengan peran saya yang telah ditentukan oleh Allah swt.

      c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3 apakah sudah terbayang apa kira kira maksud Allah menciptakan kita dimuka bumi ini? Kalau sudah maka tetapkan  bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan semakin terlihat.

Tujuan Allah menciptakan kita dimuka bumi adalah untuk beribadah kepadaNya. Dan menunaikan setiap peran kita dengan sebaik baiknya.

Adapun Bidang Ilmu yang akan saya kuasai yaitu :
1.       Ilmu Agama Islam
2.       Ilmu Berumah tangga, Manajemen Keuangan RT,Manajemen Emosi, Cooking,
3.       Ilmu Parenting, Crafting
4.       Ilmu Akuntansi dan Pajak

Misi Hidup : Menjadi hamba allah yang berbakti dan bermanfaat, istri yang sholehah dan ibu kebanggaan keluarga
Bidang :  Tauhid, Parenting dan Dosen Akuntansi dan Pajak
Peran : Hamba Allah, Istri, Ibu, dan Dosen

    d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Untuk bisa menjadi ahli di bidang tersebut ilmu yang perlu saya kuasai adalah sebagai berikut :
Adapun Bidang Ilmu yang akan saya kuasai yaitu :
1.       Ilmu Agama Islam
2.       Ilmu Berumah tangga, Manajemen Keuangan RT,Manajemen Emosi, Cooking,
3.       Ilmu Parenting, Crafting
4.       Ilmu Akuntansi dan Pajak

e   e.  Tetapkan milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup.
Usia saya sudah tidak lagi muda, saya sekarang berusia 39 tahun, tapi tidak mengapa tidak ada kata terlambat untuk menetapkan milestone dalam menjalankan misi Hidup . Dan seperti yang ada dalam contoh milestone yang ada di IIP saya rasa bisa mewakili milestone saya sesuai peran menjadi individu, istri dan ibu

KM 0 – Km 1 ( tahun 1) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – Km 2 ( tahun 2) : Menguasai ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 ( tahun 3) : Menguasai ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai ilmu seputar Bunda Sholehah


f   f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2 apakah sudah anda memasukkan waktu waktu untuk mempelajari ilmu ilmu tersebut diatas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan
Alhamdullilah saya sudah menuliskan waktu waktu untuk mempelajari ilmu ilmu tersebut.

g   g.Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Rencana tanpa perbuatan maka hanya akan menjadi mimpi, tetapi dengan dimulai sedikit demi sedikit maka semakin mendekatkan kita pada tujuan kita. Bismillah....

Saturday, August 18, 2018

NHW 3 # Membangun Peradaban dari Rumah


Tugas NHW 3# kali ini terbagi menjadi 4 bagian. Adapun tugas tugasnya adalah sebagai berikut :


   1.  Jatuh cintalah kembali yang utuh kepada suami anda, buatlah suart cinta yang menjadikan Anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
     
     Dan ini lah surat cinta saya kepada suami saya, reaksinya lempeng aja haha..Dasar emang suami saya tipe yang kalem dan tidak romantis. Tetapi hatinya baik dan lurus. Itulah yang buat saya jatuh cinta padanya.

Assalamualaikum Suamiku,Imamku, Papanya Abang Faiz....😊

Semoga mas saat membaca surat ini mas dalam kesehatan lahir dan bathin ya..amin. Pastinya kaget menerima surat dari ade ya mas. Selama kita berteman dibangku kuliah dan menjadi suami istri kayaknya belum pernah kita mengirimkan surat cinta.  Karena ade tau mas bukan tipe yang romantis yang mau mengirimkan surat cinta apalagi mau mengirimkan bunga. Tapi  tipe mas yang tidak romantis itu banyak hal yang ade suka, mas itu sayang banget ama istri dan anaknya walau terkadang pendiem,pemalu, galak dan juga  cenderung sensitive. Mungkin karena itulah Allah mempertemukan kita ya mas..Mas itu tipenya pendiem (waktu kuliah kita nyaris ga pernah ngobrol satu sama lain) sampai ade penasaran suara mas seperti apa, sementara ade tipenya terbuka dan sedikit bawel. Mas tipe yang rapih dan pembersih dan ade tipenya agak awut-awutan dan selebor. Lebih bersih mas nyapu dan ngepel rumah dibanding ade. Lalu mas juga mau bantu ade nyuci baju dan beberes rumah. Ade merasa istri yang sangat beruntung karena ga semua suami yang mau repot repot membantu istrinya beberes rumah. Galak kalau pulang kondisi rumah berantakan dan sensitive kalau ade ngomongnya blak blakan. Selain itu kalau ade ngajar ke kampus mas dengan ringan tangan mau bergantian mengurus buah hati kita abang faiz, dari mulai ngajak main hingga memandikannya sehingga ade tenang meninggalkan abang.

Terima kasih juga sudah jadi imam yang baik bagi ade dan abang faiz. Selalu sholat 5 waktu, kalau subuh rajin sholat berjamaah ke masjid dan semoga nanti kita bisa belajar ngaji bareng lagi ya mas. Agar kelak kita bisa mendidik dan memberikan teladan kepada abang faiz untuk mendirikan sholat, rajin mengaji sehingga kita bisa membentuk keluarga sakinah madawah dan warrahmah. Bisa menerima dan melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mau terus belajar menjadi pasangan dan orang tua yang baik. Menciptakan rumahku surgaku (baiti jannati) sehingga kelak kita bisa berkumpul di SurgaNya Allah swt. Amin Yra

Terakhir ade mengucapkan terima kasih untuk 5 tahun pernikahan kita, baik untuk tawa, tangis, senang dan sedih. Mohon maaf atas segala kekurangan ade. Semoga semua yang telah kita lewati semakin menambah rasa sayang kita satu sama lain. Hingga kita dapat melewati ujian dimasa yang akan datang dan semoga rasa sayang itu tetap kita jaga sampai detak jantung kita berhenti. Dan kita bisa mempertanggungjawabkan amanah kita sebagai mama dan papanya Abang faiz dengan mendidiknya menjadi anak yang sholeh, yang mendirikan sholat, rajin mengaji, patuh dan sayang kepada orang tua , pinter dan bermanfaat bagi sesama. Rabbihabli minas solihin..Dan semoga dari keluarga kecil kita ini bisa menjadi keluarga kecil yang menjalankan syariat islam dengan baik. Memberikan kesejukan baik di dalam rumah dan di luar lingkungan tempat kita tinggal. Amin yra

I love you cinta…

Form You Wife

Ade

22.  Lihatlah anak anda tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing masing.

Anakku Ahmad Rayyan Fayza berusia 4 tahun 4 bulan. Awalnya agak susah mencari potensi anak kecil ini tapi ada beberapa hal yang saya ingat yaitu
Potensinya :
a.       Suka baca buku
Karena dari bayi sudah saya biasakan membelikan membacakan buku cerita  jadi hampir setiap malam sebelum tidur selalu minta dibacakan buku cerita. Buku ceritanya mulai dari cerita nabi,cerita islami, buku menulis dan mewarnai  alat transportasi, buku tentang alat transportasi, buku cerita tentang binatang2, buku ensikplodi, buku untuk paud dll. Dan buku yang senang  disenanginya adalah buku tentang alat transportasi
b.      Suka nyanyi
Awalnya suka lagu wali yang shalawatan, lalu nambah lagi lagu wali yang versi rohaninya. Tapi sekarang karena sudah sekolah selera lagunya sudah bergeser ke lagu anak-anak dan lagu nasional.
c.       Suka truk dan bis
Karena kami tinggal di cilegon yang merupakan daerah industry maka di Cilegon akan sering kami temui Truk Besar, Truk Container, Mobil Beco, dan alat transporasi berat lainnya serta bis. Nah dari mulai bayi anak kecil ini senang banget kalau ketemu bis dan truk. Dan bisa membedakan mobil mana mobil fortuner dan Pajero Sport. Type anak laki-laki pada umumnya ya.
d.      Suka bantu papanya cuci mobil
Kalau sudah weekend biasanya di pagi hari papanya suka mencuci mobilnya, dan selalu yang dinget abang faiz adalah cuci mobil. Dan dia bisa nangis dan merajuk kalau ternyata papanya sudah beres mencuci mobil dan dia ga diajak mencuci mobil.
e.      Suka bantu beberes kalau ada acara dirumah
Sifat ini mungkin menurun dari sifat papanya yang suka beberes rumah jadi kalau ada acara baik dirumah maupun dirumah budenya anak kecil ini tidak mau ketinggalan mulai bantu ngangkatin minuman dan makanan hingga beberes kursi dan karpet. Mudah-mudahan ntar sampai dewasa ya nak mau ikut beberes rumah..Amin yra

   3. Lihatlah diri anda, silahkan cari kekuatan potensi diri anda, kemudian tengok kembali anak dan suami , silahkan baca kehendal Allah mengapa anda dihadirkan ditengah tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang anda miliki.
Mencari potensi diri :

          a.       Seneng belajar
Saya senang belajar tetapi terkadang karaena waktu saya  yang terbatas dan kesibukan mengurus rumah, anak dan mengajar disebuah kampus banyak hal ingin dipelajari belum bisa saya realisasikan. Termasuk saya senang belajar menjadi Ibu Profesional. Keinginan ini sudah ada 1 tahun yang lalu saat saya regin dari kampus di Jakarta. Tapi karena kesibukan beradaptasi menjadi di IRT dan dosen keiginan ini saya urungkan karena takutnya saya tidak bisa memenuhi tugas tugasnya. Alhamdullilah sekarang saya sudah bergabung dengan kelas matrikulasi semoga tugas tugas yang ada bisa saya penuhi tepat waktu ..amin. Tujuan saya ikut belajar di IIP agar bisa menjadi diri sendiri, istri dan ibu professional kebanggan keluarga  baik di ranah domestic dan public. Beberapa materi matrikulasi dan NHW hal yang sudah saya pelajari mudah—mudah bisa menjadi bekal saya untuk mendidik anak saya.
b.      Pekerja keras dan bertanggung jawab
Karena background pendidikan dan pekerjaan sebagai accountant dituntut untuk memenuhi deadline waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Maka saya terbiasa untuk bekerja  keras dan tentu cerdas, setiap pagi hari selalu disusun terlebih dahulu daftar pekerjaan yang harus dilakukan sehingga semua deadline bisa terpenuhi. Sehingga saya bisa memenuhi tanggungjawab yang diberikan kepada saya. Tetapi hal ini masih saya terapkan di dalam Rumah Tangga karena ternyata setelah saya resign bekerja dan waktu saya lebih banyak saya fokuskan mengurus RT ternyata untuk urusan RT ternyata pekerjaan IRT itu ada ada habis habisnya. Kadang saya kelelahan dan keteteran sendiri. Sekarang saya lagi mengupayakan strategi agar pagi pagi jam 4.30 sudah bangun untuk persiapan sholat subuh dan memasak untuk bekal suami, jam 6.30 menyiapkan sarapan  dan memandikan abang faiz dan mengantar ke sekolah TK. Lalu jam 8.00 mulai ritul beberes rumah dan menyuci baju dll. Disela disela waktu saya istirahat sebentar untuk memenuhi target hafalan one day one ayat (memenuhi komitmen NHW 2 #). Sambil menyapu kadang mendengar murotal, menonton download  youtube pengajian dari ustad, ilmu parenting dll. Sore setelah tidur siang kalau kondisi memungkinkan saya praktek membuat cemilan. Management waktu harus bisa dikelola dengan baik agar  kesibukan RT tidak membuat kita tidak bisa belajar dan mengupdate diri dan menambah ilmu. Walau kadang malamnya saya kelelehan dan langsung tertidur pules.


   4.  Lingkungan tempat anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada didepan anda? Adalah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Alhamdullilah saya tinggal di kompleks lingkungan yang cukup tenang dan nyaman. Tantangannya adalah dilingkungan saya ini karena di kompleks silahturahmi antar warganya kurang berjalan dengan baik, karena mungkin sibuk dengan kesibukan masing-masing.  Saya sendiri tidak kenal dengan baik tetangga saya sebelah kiri rumah. Karena yang punya rumah jarang ada di tempat. Sampai-sampai saya tidak ingat persis wajah tetangga saya.  Dan lucunya ada tetangga yang sangat akrab tiap hari nyaris bancakan melulu tetapi baru baru ini terdengar lagi tidak akur. Belajar dari hal ini sepertinya saya dan suami memilih untuk menjaga hubungan silahturahmi antar tetangga dengan ikut arisan, memenuhi undangan/pengajian, tidak suka ngumpul ngumpul kalau tidak terlalu penting. Selalu mau menyapa warga. Cita cita saya berikutnya adalah bisa aktif dipengajian ibu-ibu dan ikut belajar tahsin di Mesjid Al Azzam di kompleks perumahan saya.   


Sunday, August 12, 2018

NHW 2#

Tugas NHW 2# kali dari IIP merupakan lanjutan dari NHW 1# kita ditugaskan untuk membuat indikator dari tugas kita sesuai dengan peran kita sebagai :

a. Individu
b. Istri
c. Ibu

Tugas dari masing masing peran ini harus mengacu apa indikator SMART, apa itu smart yaitu :

S--> Spesific yaitu unik/detil
M-->Measurable yaituvterukur waktunya
A--> Achivable yaitu bisa diaraih tidak terlalu mudah dan tidak sulit
R--> Realistic yaitu berhubungan dengan kehidupan sehari-hari
T--> Timebond yaitu berikan batas waktu

Tugas ini bisa dikatakan gampang gampang susah, gampang menuliskannya tetapi kita harus punya komitmen tinggi untuk melaksanakannya. Akhirnya setelah mendekati deadline waktu karena kesibukan mengurus rumah, anak dan pekerjaan dimana anak-anak mahasiswa bimbingan dikejar deadline waktu untuk selesai waktu bimbingan. Inilah Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan saya yang Insya allah dibuat dengan kesungguhan dan berdasarkan kemampuan dan doakan semoga bisa tercapai (Amin yra)

Checklist Ibu Profesional sebagai Invididu

Checklist Ibu Profesional sebagai Istri

Checklist Ibu Profesional sebagi IBU



                                                                       
                                                                                                           
Doakan ya semoga apa yang dituliskan ini bisa direalisasikan ya😊. Agar target ibu profesional bisa tercapai. Amin yra..


Cilegon, 12 Agustus 2018

-- Dina Khairuna Siregar--







Saturday, August 4, 2018

NHW#1


1

      Assalamualaikum...
S    Selamat datang di blog saya. Ini adalah blig saya yang kedua, sebelumnya saya sudah punya akun blog di alamat dinasomaniez.blogspot.com tetapi karena sudah lama tidak update blognya saya jadi lupa paswordnya dan akhirnya buat akun lagi untuk memenuhi tugas Nice Homework (NHW#1) dari Komunitas Institut Ibu Profesional. Dan inilah jawaban saya untuk tugas pertama, mohon dimaafkan apabila terdapat banyak kesalahan ya. 


 1.  Satu jurusan yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu agama   islam.

2.  Alasan terkuat saya menekuni ilmu agama islam adalah karena sesuai firman Allah dalam Al quran  surat Adz-Dzaariyat Ayat 56” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu. Maka kita wajib menuntut ilmu agama dimana dalam ilmu agama islam banyak hal yang mengatur mengenai tentang  tata cara beribadah (hubungan kita dengan sang khalik), hubungan kita sesama manusia, ilmu berumahtangga, mendidik anak, dll. Ibarat seperti kampus pada umumnya universitas kehidupan ini juga ada terdiri dari masa ujian dan masa kelulusannya. Ujiannya adalah kehidupan yang kita jalani sehari hari baik ujian kesenangan dan kesusahan. Ujian kesenangan menguji kita menjadi orang yang bersyukur dan ujian kesusahan menguji kita menjadi orang yang bersabar.  Lalu apabila kita bisa melewati semua ujian tersebut dengan baik maka kita akan naik kelas.  Keimanan dan ketaqwaan kita kepada sang khalik bertambah. Dan saat wisuda nanti  kita menerima jaminan surgaNya di akhirat kelak.

Carilah kehidupan Akhirat
Al’Alllamah Ibu ‘Utsaimin rahimahullah berkata :
“ dan merupakan suatu perkara yang perkara yang mengagumkan adalah bahwa seseorang yang mencari kehidupan akhirat, maka akan baik kehidupan dunianya. Namun seseorang yang mencari kehidupan dunia, maka akan hilang dunia dan akhiratnya. “
(tafsir Surat Al Baqarah 3/23)

Setiap orang dalam universitas kehidupan ini selalu memainkan berbagai peran. Peran yang saya mainkan sekarang adalah ini menjadi seorang hamba Allah, istri dan seorang ibu. Agar peran yang saya mainkan ini berhasil dengan baik maka saya harus membekali diri dengan ilmu.

1.        Peran sebagai hamba Allah --> menjadi hamba yang bertaqwa dan berbakti kepada orang tua à ilmu agama islam
2.       Istri --> Istri sholehah , penyejuk hati suami, tujuan membentuk keluarga sakinah mwadah dan warrahmah à Ilmu berumahtangga
3.        Ibu  --> mampu mendidik anak menjadi anak yang sholeh/sholehahà lmu parenting islami
4.       Pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan --> dosen yang cerdas dan rendah hati à ilmu ekonomi dan akuntansi
5.       Pribadi yang menyenangkan --> passion yang ditekuni à ilmu menjahit, crafting, memasak dll


3. Strategi saya untuk menuntut ilmu dari semua bidang yang saya rencanakan adalah sebagai berikut :

1.       Ilmu agama --> menghadiri pengajian, membeli buku agama, menonton acara pengajian di tv atau di youtube, bergabung dengan komunitas pengajian
2.       Ilmu berumahtangga --> menghadiri seminar, membeli buku kiat2 berumahtangga, dll
3.       Ilmu parenting --> ikut matrikulasi Institut Ibu Profesional, menghadiri seminar,  bergabung dalam komunitas parenting, membeli buku parenting, menonton youtube dll
4.       Imu ekonomi dan akuntansi -->ikut seminar, pelatihan dan workshop belajar pada yang lebih senior, membeli buku dll
5.       Ilmu crafting,memasak bergabung pada komunitas crafting, membeli buku, menonton di youtube dll


4. Perubahan sikap yang saya harus perbaiki  dalam proses mencari ilmu tersebut yaitu :

1.       Hadir on time pada saat perkuliahan/diskusi/seminar dll
2.       Ikut aktif dalam perkuliahan/ diskusi/seminar
3.       Komit untuk menyelesaikan setiap materi yang dipelajari
4.    Membiasakan diri untuk menyebutkan sumber atau penulisnya apabila kita mengutip tulisan
    


Profle singkat tentang saya :
Saya ibu dengan satu anak berusia 4 tahun, dalam 2 tahun belakang ini telah memantapkan diri untuk resign dari pekerjaan dgn karier yang cukup tinggi dan penghasilan yang lumayan. Tujuan saya resign adalah ingin memfokuskan waktu saya untuk mengurus keluarga kecil saya. Dimana sebelumnya waktu saya habis terrsita untuk bekerja. Berangkat di subuh hari dan pulang saat sholat isya telah selesai. Rute Cilegon-jkt pp saya jalanani hampir 2 tahun.  Suami dan anak diurus oleh ibu mertua. Perasaan berdosa dan bersalah merasuki hati saya. Keinginan resign sempat terhalang karena adanya ikatan dinas. Alhamdullilah Allah memudahkan jalan saya untuk resign , biaya yang harus saya bayar tidak sebesar yang saya bayangkan karena mantan pimpinan berbaik hati memberikan kemudahan.

Saya tidak sepenuhnya mundur dari dunia bekerja, saya tetap menjalani pekerjaan ranah public tetapi dengan waktu yang bisa saya sesuaikan dengan urusan keluarga terlebih dahulu. Saya memutuskan untuk menjadi dosen disalah satu kampus swasta di Serang. Waktunya lebih fleksibel, saya dan suami bisa saling bergantian menjaga anak saya. Saya tidak ingin masa kecil anak saya kehilangan sosok ibu yang selalu ada disampingnya, bermain dan belajar bersamanya, memasak makanan untuknya, mengantar pergi sekolah. Buat saya hal tersebut adalah hal yang sangat terindah bagi seorang Ibu yang tidak akan terulang lagi. Saya tidak ingin melepaskan moment itu begitu saja. Karier masih bisa dicari. Tetapi masa depan seorang anak kecil ini ada di tangan saya. Saya tak ingin ketika di akhirat nanti akan dimintai pertanggungjawaban ttg amanah anak danaternyata saya tidak memenuhi amanah itu sebaik-baiknya. Saya tidak ingin ada penyesalan. Fokus pada keluarga adalah jawabannya. Dan masalah rezeki saya gantungkan hanya pada Allah swt.

Ilmu tentang parenting saya sangat minim, karena itu yang melatarbelakangi saya bergabung dalam Institut Ibu Profesional. Didalam karier saja kita dituntut professional apalagi menjadi Ibu.  

“Setinggi apapun pendidikan dan kariermu tugas muliamu tetaplah menjadi seorang ibu yang paham agama untuk anak-anakmu, dan juga istri yang sholihah untuk suamimu. Ketika kamu mendidik anak laki-laki maka kau mendidik seorang claon pemimpin dan ketika kau mendidik anak perempuan maka kau telah mendidik satu generasi.” (sumber unknown)